Di salah satu RS di Bandung Datang seorang bocah berusia sekitar 10 tahun
ke UGD RS tsb dengan keluhan tidak bisa buang air besar alias BAB selama
4 hari.. Perut penderita udah kembung & terlihat besar...
Diagnosa
sementara adalah Ileus Obstruktif ( Sumbatan di Usus Halus) Langsung
aja kita persiapkan operasi karena emang satu2nya jalan adalah dengan
pembedahan. Setelah anastesi berjalan, dibukalah perut anak itu,
ternyata......



sumber: http://kaskus-lover.blogspot.com


sumber: http://kaskus-lover.blogspot.com


Hasil Operasi : sekitar 3 KG Cacing jenis Ascaris lumbricoides
(estimasi sekitar 500-1000 cacing)
Setelah operasi selesai, keluarga pasien dipanggil.
Begitu
tau tentang kondisi anaknya, respon sang ayah ternyata gaq disangka2 :
“Oh itu mah udah biasa Dok, anak saya udah beberapa kali dikasih obat cacing, kalo berak gak tuh keluar t*i-nya, keluarnya cacing semua. Udah sering itu Dok”..
Dalam hati gw : Gila nih bapak, anak BAB cacing udah biasa…
Ini pelajaran yang penting banget
Di Indonesia ternyata kasus semacam ini masih aja terjadi..
Bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan sangatlah rendah..
Setelah
sakit baru mereka sadar kalo kesehatan itu sangatlah mahal.. Atas
Permintaan Juragan2 Sekalian, gw tambahin penjelasan.. Penyakit Cacingan
/ Askariasis :
Penjelasan ttg Cacingan / Askariasis
Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit.
Hospes
atau inang dari Askariasis adalah manusia. Di manusia, larva Ascaris
akan berkembang menjadi dewasa dan menagdakan kopulasi serta akhirnya
bertelur. Penyakit ini sifatnya kosmopolit, terdapat hampir di seluruh
dunia. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%.
Etiologi
Cacing
jantan berukuran sekitar 10-30 cm, sedangkan betina sekitar 22-35 cm.
Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut
di ujung ekornya (posterior). Pada cacing betina, pada sepertiga depan
terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi.
Cacing dewasa hidup pada usus manusia. Seekor cacing betina
dapat bertelur hingga sekitar 200.000 telur per harinya. Telur yang
telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. Sedangkan telur yang tak
dibuahi, bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur yang telah
dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia.
Siklus
Pada
tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapat
mengandung telur askariasis yang telah dubuahi. Telur ini akan matang
dalam waktu 21 hari. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang
telah tercemar telur Ascaris dan tidak mencuci tangannya, kemudian tanpa
sengaja makan dan menelan telur Ascaris.
Telur
akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada
usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan
beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, jantung dan kemudian di
paru-paru.
Pada paru-paru, cacing akan
merusak alveolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di
laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. Setibanya di
usus, larva akan menjadi cacing dewasa.
Cacing akan
menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada
akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. Siklus pun akan terulang
kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya.

Diagnosis
Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus, hidung, atau mulut.
Gejala Klinis
Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa.
Pada
stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di
paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan
kumpulan tanda seperti demam, sesak nafas, eosinofilia, dan pada foto
Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu.
Pada stadium dewasa, di usus cacing akan
menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan,
muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk ke saluran
empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila cacing dewasa
kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat
menyebabkan akut abdomen.
Pengobatan
Pengobatan askariasis dapat digunakan obat-obat sepreti pirantel pamoat, mebendazol, albendazol, piperasin.
Pencegahan
Di
Indonesia, prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak.
Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan
yang baik. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup
Ascaris lumbricoides ini.
Tau
g ? cacing pita itu bisa tumbuh 5 meter di tubuh agan ! agan pasti ngga
nyangka kalo cacing sebesar itu di tubuh agan ,cacing pita bisa
bertahan hingga 10 - 20 tahun di tubuh agan ,ada kok obat buat keluarin
cacing pita tanpa operasi
penting
,Tau g ? cacing pita itu bisa tumbuh 5 meter di tubuh agan ! agan pasti
ngga nyangka kalo cacing sebesar itu di tubuh agan ,cacing pita bisa
bertahan hingga 10 - 20 tahun di tubuh agan ,ada kok obat buat keluarin cacing pita tanpa operasi ,Yang sering makan daging babi pasti ada Cacingnya gan..
Post a Comment